Nasional, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, perbaikan Jembatan Cipamingkis di Jalan Raya Jonggol-Cariu, Kampung Jagaita, Desa Jonggol Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor akan meniru perbaikan Jembatan Cisomang di Jalan Tol Cipularang yang bergeser karena tiangnya amblas.

“Penanganan Jembatan Cipamingkis akan sama dengan Jembatan Cisomang, yaitu penguatan pada pilar dan girder jika itu masi kuat, namun jika sudah tidak kuat maka akan kita buat baru pilar maupun girdernya,” kata dia dikutip dari rilis yang dikirm Humas Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Sabtu, 15 April 2017.

Aher, sapaan Ahmad Herayawan melihat lansung kondisi jembatan itu pada Sabtu, 15 April 2017 ditemani Kepala Dinas Bina Marga Dan Tata Ruang Guntoro dan Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik. Ia pun meminta Dinas Bina Marga mengkaji pilihan perbaikan jembatan itu, sementara Dinas Perhubungan diminta menyiapkan rekayasa lalu-lintas selama perbaikan jembatan yang dikethui terputus akibat salah satu tiangnya amblas, Kamis, 13 April 2017, sekitar pukul 23.00 WIB.
Dia meminta perbaikan jalan itu dilakukan secepatnya karena jalan Cariu-Jonggol itu bukan lagi jalan alternatif warga. “Saya minta segera ditangani, perihal anggaran rasanya tidak ada masalah,” kata Aher.

Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Guntoro mengatakan, anggaran yang bisa dipergunakan utnuk perbaikan Jembatan Cipamingkis Bogor sudah tersedia di APBD Jawa Barat. “Di anggaran murni sudah ‘stand-by’ dana perbaikan Jembatan Cipamingkis, sekitar Rp 7 miliar,” kata dia, dikuti dari rilis itu, Sabtu, 15 April 2017.

Guntoro mengatakan, perbaikan jembatan diharapkan bisa tuntas dalam tiga bulan. “Kemarin muncul gagasan bailey, namun setelah kami kaji ternyata itu tidak mungkin, bentang jembatan yang mencapai 90 meter terlalu panjang. Jadi penanganan akan fokus pada pilar dan girdernya,” kata dia.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, angkutan berat dilarang melntasi jalur alternatif rekayasa lalu-lintas untuk menghindari Jembatan Cipamingkis di Kampung Jagaita Desa Jonggol Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor yang terpus. “Dari hasil survei di lapangan tidak memungkinkan kendaraan berat melintas di sana,” kata dia pada wartawan lewat sambungan telepon, Sabtu, 15 April 2017.

Dedi mengatakan, rekayasa lalu-lintas diberlakukan bekerja sama dengan Polda Jawa Barat untuk mengatur lalu-lintas kendaraan agar tetap bisa melintas dari Bogor menuju Cianjur atau sebaliknya. Dari Bogor menuju Cielungsi misalnya memutar di Cibucil menuju Cibarusah. “Di Cibarusah nanti masuk ke jalan kabuapten menuju Rawabogo sepanjang 11 kilometer, lalu ke Cariu, Cibeet, Cianjur, Ciranjang,” kata dia.

Jalur memutar itu relatif jauh. Dari Cariu misalnya menuju Cianjur jarak tempunya menjadi 40 kilometer. Sebaliknya dari Cianjur menuju Cielungsi juga melintasi Cariu. “Dari Cariu-Rawabogo-Cibarusah-Cibucil-Cielungsi-Cibubur-Bogor,” kata Dedi.

Dedi mengatakan, batas angkutan berat masuk jalur alternatif tersebut dari Cileungsi-Cibucil-Cibarusah-Rawabogo. “Kecuali dari Cibucil, Cibarusah menuju Cikarang, itu masih diperkenanakan untuk melintas angkutan berat,termasuk menuju pintu tol Cikarang Barat untuk masuk ke Tol Cipularang,” kata dia.

Jalur alternatif yang terlarang buat angkuta berat juga di lintasan Cariu menuju Loji Karawang Barat. “Itu juga angkutan berat tidak diperkenankan,” kata Dedi.

Kendati demikian, jalur alternatif itu masih diperbolehkan dilalui bus umum. Sedikitnya ada 40 unit bus AKDP yang memiliki trayek yang melewati Jembatan Cipamingkis melewati Parung Indah. “Bus kecil angkutan penumpang masih diperkenankan melintasi jalur-jalur alternatif yang kami lakukan rekayasa lalu-lintas itu,” kata Dedi.

Dedi mengaku, sudah memasang rambu petunjuk arah di sejumlah titik untuk memudahkan kendaraan mengikuti rute rekayasa lalu-lintas menghindari Jembatan Cipamingkis yang putus itu. “Mulai dari Cileungsi Bogor, Cikalong, Cibarusah Bekasi itu rambu petunjuk protable kita pasang untuk memudahkan melintasi jalur Cibucil-Cbarusah-Rawabogo-Cariu,” kata dia.

Menurut Dedi, kemungkinan kendaraan yang terpaksa memutar menghindari Jembatan Cipamingkis akan berimbas pada kepadatan arus kendaraan menuju Puncak pada libur akhir pekan panjang ini. “Jalan ini biasanya dipergunakan menjadi alterantif dari Puncak,” kata dia.